JAKARTA (KRjogja.com) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengaku belum mengetahui ada siswa sebuah sekolah di Tanjung Pinang dikeluarkan dari sekolah akibat penghinaan yang dilakukan di jejaring sosial Facebook.
" Saya belum tahu persoalan itu. Tapi, kalaupun ada pemecatan atau sisiwa yang dikeluarkan dari sekolah dan dilakukan oleh guru, itu adalah memang tugas dari guru, tergantung kesalahan apa yang dilakukan siswanya," ungkap Nuh seusai meresmikan Rumah sakit Pendidikan Unhas, di Makasar Senin (15/2).
Oleh karena itu Nuh hanya mengimbau agar guru ataupun masyarakat yang menggunakan internet secara sehat dan memantau anak-anak mereka dalam menggunakan internet, utamanya situs jejaring sosial.
Sementara itu ditempat terpisah Komnas Perlindungan Anak mengimbau orangtua selalu intens melakukan komunikasi yang harmonis kepada anak-anaknya. Khususnya anak yang sudah beranjak dewasa.
Sementara itu ditempat terpisah Komnas Perlindungan Anak mengimbau orangtua selalu intens melakukan komunikasi yang harmonis kepada anak-anaknya. Khususnya anak yang sudah beranjak dewasa.
Sementara Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyampaikan, tidak terjalinnya komunikasi yang harmonis, mengakibatkan banyak para remaja atau ABG mencari tempat pelarian curhat melalui facebook. Ironisnya, ajang perkenalan lewat facebook ini banyak disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab.
Mengenai semakin maraknya kasusnya kejahatan dengan membawa kabur teman wanita lewat facebook. "Orangtua mesti merubah cara komunikasi dalam lingkungan keluarga. Umumnya orangtua melakukan cara komunikasi yang otoriter kepada anak. Tidak heran, anak lebih suka curhat ke teman jika ada masalah, atau lewat facebook yang lebih gaul karena mudahnya mencari teman perkenalan baru," ujarnya.
Karenanya tidak heran kasus Ari dan Nova yang baru berkenalan lewat facebook membawa kerugian bagi Nova, remaja usia 14 tahun karena mudahnya dibawa kabur Ari (18) dan menginap di hotel. Seharusnya, menanggapi buruknya dampak teknologi facebook, orangtua cepat bersikap dan merubah komunikasi kepada anak-anaknya. "Lakukan komunikasi yang harmonis, ajak anak berbicara dengan baik-baik, cara yang lebih demokratis," paparnya.
Menurutnya yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah menjadikan anak sebagai teman sehingga anak mudah diajak berkomunikasi atau mencurahkan isi hatinya jika ada masalah. Jika dari lingkungan rumah, orangtua dan saudara sudah memberikan keleluasaan berkomunikasi yang harmonis kepada remaja, maka ini akan menjadi benteng pertahanan bagi remaja.
Arist juga mengemukakan, seharusnya hal yang sama perlu dilakukan di lingkungan sekolah. Guru mestinya juga memberikan pendidikan mengenai cara berhubungan lewat internet dengan komunikasi yang lebih sehat.
"Ajarkan kepada murid rambu-rambu apa yang mesti dilakukan jika melakukan koneksi lewat internet. Semua media teknologi jika kita tidak menyikapinya secara baik dan bijak hanya akan membawa hal negatif. Begitu pula ajang facebook," serunya
"Ajarkan kepada murid rambu-rambu apa yang mesti dilakukan jika melakukan koneksi lewat internet. Semua media teknologi jika kita tidak menyikapinya secara baik dan bijak hanya akan membawa hal negatif. Begitu pula ajang facebook," serunya


