Hasil Tes Pendalaman Materi UN Tak Memuaskan
oleh Daroil
Labels: UNAS
Soal-soal UN Dilengkapi Kode Rahasia
Ia mengungkapkan, dari kode tersebut akan diketahui dari mana asal percetakan yang mencetak soal itu.
Untuk pencetakan soal UN, percetakan yang ditunjuk harus memenuhi syarat kualifikasi security printing, sehingga tidak semua percetakan bisa mencetaknya.
Sebelumnya, Nuh juga mengatakan bahwa persiapan UN tahun ini dilakukan lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya. Kemdikbud juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai UN yang jujur dan berprestasi. Ia berharap, pada penyelenggaraan UN tahun ini ditemukan lagi kecurangan.
Seperti diketahui, pelaksanaan UN tahun 2011 lalu diwarnai hal yang menyita perhatian publik, terutama mengenai dugaan kecurangan yang diorganisir pihak sekolah. Salah satunya diungkapkan Siami, seorang orangtua siswa SDN Gadel melaporkan bahwa anaknya diminta oknum guru untuk memberikan jawaban kepada siswa lainnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Proses UN Harus Baik dan Kredibel
oleh Daroil
Labels: UNAS
BSNP Ubah POS UN
Koordinator UN DIY, Baskara Aji mengungkapkan, perubahan POS UN tersebut disampaikan dalam surat edaran Nomor 0001/BSNP/SDAR/I/2012 yang dikirim ke daerah. Dalam edaran tersebut tercantum setidaknya empat ralat dalam POS UN 2012 ini seperti jadwal ujian teori kejuruan SMK yang sedianya akan digelar pada 22 Maret diajukan menjadi 19 Maret.
Lalu, kata Aji hasil dari ujian teori tersebut nantinya digabung dengan ujian praktek kejuruan yang dilaksanakan paling lambat pada 16 Maret. Kedua nilai ujian tersebut nantinya akan menjadi salah satu syarat kelulusan siswa SMK
"BSNP tidak memberitahu alasan perubahan POS ini. Tahun lalu saja POS UN berubah sampai lima kali. Sampai saat ini pun kami masih menunggu dan bersiap jika ada perubahan lain," ujarnya Selasa (17/1).
Aji menyebutkan, selain perubahan jadwal ujian untuk SMK, perubahan juga terjadi pada jadwal UN SD/MI/SDLB. Yakni yang semula pada 8-10 Mei menjadi 7-9 Mei. Sedangkan pengumuman ujiannya justru diundur dari semula 4 Juni menjadi 16 Juni.
"Selain jadwal, terdapat pula perubahan kebijakan untuk peserta UN tuna netra dan low vision. Yakni diperbolehkan membawa alat bantu khusus ke dalam ruangan kelas seperti kaca pembesar atau alas huruf braille agar mereka tidak mengalami kesulitan teknis dalam mengerjakan soal ujian," tuturnya.
Meski masih memungkinkan adanya perubahan lain, pihaknya mengaku akan segera melakukan sosialisasi pada dinas di kabupaten dan kota. "Kami akan segera mensosialisasikan surat edaran ini ke dinas kabupaten dan kota agar sekolah juga mengetahui perubahan POS UN dan bisa mempersiapkan diri," tandasnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Strategi Persiapkan Psikologis Siswa Jelang UN
Di luar persiapan yang bersifat akademis, SMA Negeri 24, Jakarta, ternyata punya strategi lain yang dinilai perlu dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan siswa dalam pelaksanaan UN. Apa persiapannya?
Persiapan psikologis siswa
Sejak awal semester, di seluruh ruang kelas tiga (kelas XII) SMAN 24 sudah diatur tempat duduk yang akan diduduki siswa pada ujian nasional. Pemberitahuan nomor dan lokasi ujian memang sudah diberitahukan jauh-jauh hari dengan tujuan agar siswa tidak kaget dengan posisi yang pasti berbeda dengan yang didiami sehari-hari.
"Dengan begitu, saat ujian nanti tidak kaget, siswa akan merasakan suasana seperti sekolah sehari-hari,” ujar Wirda, Wakil Sarana Prasarana dan Humas SMAN 24, Jakarta, saat dijumpai Kompas.com, Rabu (18/1/2012).
Mengetahui sejak awal posisi duduk saat ujian, diakui salah seorang siswa kelas XII IPA 1, Aditya Dwi R, sangat membantu persiapannya menghadapi ujian nasional. Selain lebih siap mental, ia juga lebih mengenal teman-teman yang akan berada pada ruangan yang sama pada saat ujian.
"Yang tadinya kami tidak terlalu kenal dekat, menjadi akrab dengan teman sebangku yang baru. Atau, misalnya dengan saya diabsen awal harus duduk di bangku depan, yang tadinya di duduk dibelakang menjadi enggak kaget lagi saat harus duduk di depan nantinya," ujar Adit.
Secara psikologis, menurut dia, hal ini membuat suasana lebih nyaman dan percaya diri. "Makanya dari sekarang dibiasakan supaya terbiasa. Sehingga percaya dirinya sudah ada,” jelas Wirda.
Selain itu, sekolah yang berlokasi di kawasan Lapangan Tembak, Jakarta Selatan, ini juga mengadakan penyuluhan yang bisa memotivasi semangat dan spiritual siswa. Program ini dinamakan Bina Mental Spiritual. Orangtua siswa juga berkontribusi dalam program motivasi ini.
"Mendekati UN nanti kita lebih sering mengadakan penyuluhan itu dengan mengundang orang (motivator). Misalnya kita pernah melakukan penyuluhan motivasi dari perguruan tinggi UI oleh Marta Rizal,” ungkap Ida Febriyani, wakil kesiswaan.
Saat ditanya mengenai persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyambut UN tahun ini, Aditya mengungkapkan, dirinya sudah memasuki tahap "waspada".
"Persiapan UN sudah memasuki tahap waspada. Mulai dari bimbel-bimbel diikuti semua, latihan-latihan dari guru-guru maupun dari soal yang kita buat sendiri. Kita juga harus pelajari materi-materi di kelas X dan XI, mempelajari dan hafalkan rumus-rumus eksakta," ujarnya.
Aditya juga mengaku nervous dalam menghadapi UN. "Deg-degan, tapi ada juga perasaan senang karena mau lulus. Kita nanti dapetin perguruaan tinggi apa, dan ada juga perasaan aneh dalam diri setelah lulus nanti apa yang akan kita jalanin, bagaimana menjalaninya. Karena kan kita semua enggak sama. Ada yang prospek kedepannya mau langsung lulus langsung kuliah, ada yang mau kerja, atau kerja sambil kuliah, bahkan ada yang mau menikah,” papar Aditya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
SALAH PAKET SOAL
- Pengawas harus mengawasi dengan standar baku pengawasan Ujian Nasional
- Paket soal diusahakan tidak teralu beda jauh antara paket yang ada. Misal 01 dan 02, 11 dan 12 Jika nama/nomor paket terlalu jauh digitnya akan sangat rawan terhadap kekeliruan dalam pengisian nama/nomor paket. Misal Paket 01 dan 14, maka jika ada siswa yang mengisi paket 04 tidak dapat terdeteksi paket salah, namun jika paketnya 01 dan 02, jika ada siswa yang mengisi 03 maka dianggap paket kelirru dan operator bisa membantu untuk mengedit, karena jika peket itu tetap dibiarkan salah maka nilai siswa yang bersangkutan menjadi jelek.
1. SMP Muh 2 Minggir
2. SMP Budia Mulia 2 Minggir
3. MTs Ibnul Qoyim Berbah
Untuk password sama ketika mendownload hasil Latihan UN.
Semoga pengalaman ini menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan berikutnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
BSNP Ralat Jadwal UN SD
Koordinator UN DI Jogjakarta Baskara Aji kepada wartawan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIJ mengungkap Surat Edaran Nomor 0001/BSNP/SDAR/I/2012 yang dikirim ke daerah.
Dalam surat itu, BSNP mengubah sejumlah jadwal ujian bagi peserta UN. ”BSNP tidak memberitahu alasan perubahan ini. Tahun lalu saja POS UN berubah sampai lima kali," ujarnya kemarin (17/1).
Ada empat ralat dalam POS UN 2012 yang dicantumkandi surat edaran tersebut. Yaitu jadwal ujian teori kejuruan SMK yang sedianya digelar 22 Maret dimajukan menjadi 19 Maret.
Nilai ujian teori tersebut nantinya digabung dengan ujian praktik kejuruan yang dilaksanakan paling lambat 16 Maret. Kedua nilai ini menjadi salah satu syarat kelulusan siswa SMK.
Perubahan lain adalah jadwal pelaksanaan UN SD/MI/SDLB yang awalnya 8-10 Mei maju menjadi 7-9 Mei. Sedangkan pengumuman ujiannya justru diundur dari 4 Juni menjadi 16 Juni.
Sementara untuk peserta UN tuna netra dan low vision nantinya dibolehkan membawa alat bantu khusus ke ruangan kelas. Alat itu seperti kaca pembesar atau alas huruf braille. Dengan demikian, mereka tidak mengalami kesulitan teknis ketika mengerjakan soal ujian. ”Kami masih menunggu jika ada perubahan lain,” ujarnya.
Pihaknya akan segera menyosialisasikan perubahan ini ke dinas kabupaten dan kota melalui surat edaran agar sekolah mengetahui perubahan POS UN.
Terkait pendistribusian naskah soal UN yang rencananya dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada akhir Maret ke masing-masing daerah, Aji tidak mempermasalahkan. Distribusi harus sudah didapatkan pokja UN H-2 dengan jumlah soal yang pas.
Pihaknya akan mengirimkan satu atau dua orang panitia yang akan menjadi tim UN pusat di daerah. Selanjutnya BSNP akan menyerahkan naskah soal UN ke masing-masing kepala dinas pendidikan provinsi untuk diserahkan ke perusahaan percetakan.
”Kami berharap naskah soal tidak terlalu lama di pokja karena harus ada pengawasan ketat,” jelasnya.
Secara terpisah Kepala SMAN 10 Jogja Timbul Mulyono menegaskan sekolah sudah siap menghadapi UN. Selain mengadakan sosialisasi kepada 168 siswa peserta UN maupun orang tua murid, juga menggelar pendalaman materi sejak kelas X.
”Kami memberikan pendalaman materi mata pelajaran yang diujikan dalam UN pada pukul 06.30 sampai 07.30 untuk siswa sejak kelas X,” jelasnya.
Timbul menambahkan, mendekati pelaksanaan UN kali ini, sekolah menyelenggarakan empat kali latihan UN dimulai 30 Januari. Latihan ujian dilaksanakan di tingkat sekolah, tingkat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Jogja, dan MKKS Provinsi DIY.
”Hasil dari latihan UN ini akan kami laporkan kepada orang tua pada 4 Februari untuk kemudian dievaluasi,” imbuhnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Penggandaan Soal UN Harus 'Diperjelas'
Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji mengungkapkan, sebelumnya sempat muncul adanya aturan yang menyebut bahwa pengadaan soal UN akan dilakukan di percetakan regional. Yakni satu percetakan di wilayah tertentu yang akan menggandakan soal UN untuk beberapa daerah di regionalnya.
Namun, dalam perkembangannya, muncul adanya wacana untuk menggunakan security printing atau pencetakan rahasia yang langsung dilakukan oleh pusat. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran naskah soal di percetakan.
"Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan munculnya kebijakan penggadaan soal diluar daerah. Bahkan bila benar penggandaan naskah soal UN dilakukan di luar DIY, maka Disdikpora bisa lebih konsentrasi dalam mempersiapkan hal-hal lainnya terkait UN di DIY," ujarnya, Minggu (15/1).
Meski demikian, belum adanya keputusan dari pusat terkait penggandaan soal membuat DIY harus mempersiapkan berbagai skenario dan rencana lain. Terutama jika terjadi keterlambatan pendistribusian soal UN.
"Kami berharap kebijakan penggandaan soal dan pendistribusian soal tersebut bisa diperjelas sehingga kami bisa lebih fokus mempersiapkan hal lain. Persiapan matang diperlukan agar tidak merugikan peserta ujian," tuturnya.
UN DIY di tingkat SMA/MA/SMK akan digelar pada 16-19 April mendatang. Sedangkan di tingkat SMP/MTs pada 23-26 April dan SD/MI pada 8-10 Mei. Berdasarkan Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta UN SMA/MA pada 2012 ini mencapai 18.850 siswa, dan SMK 23.893 siswa. Sementara di tingkat SMP/MTs sebanyak 49.475 dan tingkat SD sebanyak 50.210 siswa.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Sekolah Mulai Gelar Penjajakan UN
oleh Daroil
Labels: UNAS
Cegah Kebocoran, Pola Jawaban UN akan Dianalisis
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji mengungkapkan, kebijakan pengawasan pola jawaban tersebut seperti yang digulirkan pula oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Analisis pola jawaban dilakukan untuk mengetahui secara cepat jika ada kasus contek massal.
"Pola jawaban UN selama ini sudah kami analisis dan DIY mendukung penuh untuk kesuksesan penyelenggaraan UN
mendatang. Ini juga merupakan bentuk antisipasi dan evaluasi pasca terjadinya kasus contek massal pada UN 2011 lalu di SDN Gadel Surabaya, Jawa Timur," ujarnya, Selasa (20/12).
Menurutnya, Disdikpora DIY akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DIY dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Pola pengawasannya nanti, PTN yang bekerjasama dengan Disdikpora
DIY akan memvalidasi Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN) di tiap jenjang pendidikan.
"Hasil dari validasi itu nantinya dikirim ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai penyelenggara UN di tingkat pusat. Selama ini UN DIY sudah dilaksanakan dengan baik dengan kemitraan LPMP dan perguruan tinggi melalui pengawas satuan pendidikan," katanya.
�
Dengan munculnya kebijakan tersebut, pihaknya berharap sekolah bisa mempersiapkan peserta didiknya semaksimal mungkin. "Sekolah tidak perlu ragu untuk mempersiapkan UN karena sudah jelas dilaksanakan. Bagi DIY, UN perlu dilaksanakan untuk mengetahui daya serap siswa dan pemetaan kompetensi sekolah," tandasnya.
UN tingkat SMA/MA/SMK akan dimulai 16-19 April tahun depan. Di tingkat SMP MTs, UN akan digelar pada 23-26 April dan tingkat SD/MI, UN akan digelar pada 7-9 Mei. Ujian susulan dilaksanakan seminggu setelahnya. Sedangkan
pengumuman ujian nasional untuk SMA/SMK rencananya pada 26 Mei dan SMP pada 2 Juni.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Catatan Untuk Peserta Tes Pendalaman Materi UNAS/Latihan Ujian Nasional
oleh Daroil
Labels: UNAS
Manjurkah 3 Opsi Perbaikan UN dari DPR?
"Opsi kedua, UN tetap berjalan seperti saat ini dengan syarat penyempurnaan terhadap beberapa hal. Kita harus mencari formula terbaik UN sesuai fungsinya sebagai penentu kelulusan dan metode pemetaan mutu pendidikan nasional," imbuh Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.
Opsi ketiga, lanjut dia, UN dapat dilanjutkan hanya sebagai sarana pemetaan standar mutu satuan pendidikan di tanah air. Artinya, UN tidak lagi menjadi penentu syarat kelulusan.
"Opsi terbaik harus memenuhi beberapa faktor, yaitu rasa keadilan, mengatasi kecurangan, meningkatkan standar mutu satuan pendidikan dan standar mutu pendidikan di tanah air, serta mengurangi resistensi masyarakat akibat berbagai kelemahan dari penyelenggaraan UN," ucap Rully.
Diberitakan sebelumnya, Rully mengungkapkan, Panja UN DPR RI menyatakan telah menemukan sejumlah kelemahan pelaksanaan evaluasi akhir siswa tersebut. Kelemahan tersebut di antaranya terkait standar mutu yang belum merata antarsatuan pendidikan sehingga tidak adil jika UN dilakukan dalam kondisi belum seragamnya mutu pendidikan.
"Evaluasi akhir belajar bagi siswa SMP/Mts, SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK tidak dilaksanakan secara serentak dan diseragamkan antara satu daerah dan daerah lain, karena masih ditemukan sejumlah kelemahan dalam pelaksanaannya," kata Rully.
oleh Daroil
Labels: UNAS
BSNP: Mungkin, Tiga Hal Ini Penyebabnya
Kedua, kata Mardapi, BSNP akan menelusuri kemungkinan terlambatnya faktor sosialisasi UN yang dimulai dari provinsi, kemudian ke kabupaten, lalu ke sekolah-sekolah. Adapun faktor ketiga, lanjut dia, adalah kualifikasi atau kompetensi guru yang kemungkinan besar belum memenuhi persyaratan.
"BSNP akan melihat langsung ke daerah-daerah yang banyak mengalami persoalan ketidaklulusan yang tinggi. Hasil penelusuran itu akan direkomendasikan ke Kementerian Pendidikan Nasional untuk dicarikan pemecahannya," ujar Mardapi.
Selain itu, berdasarkan evaluasi itu pula BSNP akan melihat sekolah-sekolah yang bisa mencetak prestasi angka kelulusan hingga 100 persen. "Kenapa bisa begitu, strategi mereka kami harapkan bisa dibagikan ke sekolah-sekolah lain," ujarnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Mendiknas: Tak Mungkin Lulus 100 Persen
Nuh mengatakan, bisa saja seorang siswa lulus ujian perguruan tinggi negeri, tetapi tidak lulus UN karena mata pelajaran yang diajukan bisa jadi berbeda. "Harus dicek dulu prosedur atau teknis yang dipakai PTN itu, apakah berbeda atau sama dengan UN," kata Nuh di Jakarta, Selasa (27/4/2010).
Untuk siswa yang tidak lulus UN, Mendiknas mengingatkan masih ada kesempatan mengikuti ujian ulangan pada 10-14 Mei 2010. Ujian ulangan itu, menurut M Nuh, tetap menggunakan standar yang sama dengan UN sebelumnya.
Sementara itu, untuk mengatasi para siswa yang stres akibat tidak lulus UN, Mendiknas mengimbau pihak sekolah agar mengaktifkan bimbingan penyuluhan dan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan Psikologi guna memberikan konseling kepada para siswa.
oleh Daroil
Labels: UNAS
UN SMP - CCTV Bantu Pengawasan UN di SMP 15 Yogya
Wakil Kepala SMPN 15 Yogyakarta, Tyas Ismullah mengungkapkan, kamera CCTV yang dipasang di sekolah tersebut adalah berjumlah 4 buah. Pemasangan kamera ini dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan kepada siswa mengingat lokasi kelas yang cukup luas dan 2 lantai.
"Ini selain untuk keamanan juga dimanfaatkan untuk pengawasan. Dimana jika kita hanya menggunakan pandangan mata sepintas saja maka akan kurang maksimal dan tidak bisa menjangkau seluruh tempat. Karena itu kamera ini sangat membantu," terangnya ketika ditemui di kantornya, Senin (29/3).
Menurutnya, selain memanfaatkan fasilitas kamera CCTV, untuk keamanan pelaksanaan UN kali ini juga diberlakukan sistem satu pintu masuk. "Jadi saat siswa datang ke sekolah sudah diperiksa di pentu depan dan ditanyakan apakah yang bersangkutan membawa HP ke sekolah atau tidak sehingga yang ingin berbuat curang sudah bisa dicegah sejak awal," katanya.
Sementara itu, anggota Tim Pengawas Independen (TPI) UN DIY, Rudi Eka Siswanto menyatakan, dalam pelaksanaan UN kali ini pihaknya juga ikut membantu kelancaran dan keamanan. "Kami ikut mengawasi bagi siswa maupun pengawas yang akan menuju kamar mandi atau keluar ruangan akan dikawal dan diawasi. Termasuk ditunggu hingga selesai aktivitasnya sehingga semua akses dapat terpantau," imbuhnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Percetakan Bocorkan UN Diblack-list
"Jika terbukti ceroboh dalam mengamankan dokumen rahasia negara akan menjadi catatan khusus dan dimasukkan ke dalam blacklist. Tahun depan tidak boleh ikut tender lagi" kata Mendiknas saat inspeksi mendadak (sidak) persiapan pelaksanaan ujian nasional (UN) SMP ke SMPN 30, SMPN244, SMPN 246, dan SMPN 45 Jakarta.
Mendiknas menjelaskan pengamanan soal UN SMP juga diperketat dimana siswa tidak diperkenankan membawa ponsel ke ruang ujian. Dan, berdasarkan laporan muara kebocoran di percetakan. Karena itu, Kemendiknas akan melakukan evaluasi dan sanksi kepada pihak yang melakukan tindakan kriminal. Selain itu, mengirim surat kepada dinas daerah untuk mewaspadai lokasi terjadinya kebocoran.
"Saat ini setiap provinsi diberikan wewenang untuk membuka tender pada percetakan. Mungkin ada baiknya masalah percetakan disentralisir atau ditunjuk. Tidak lagi terdistribusi ke provinsi," tuturnya.
Sementara Anggota BSNP Djaali mengatakan kategori penyimpangan yang dicermati seperti isu kebocoran, beredarnya kunci jawaban palsu, kesalahan distribusi oleh percetakan hingga usaha pelanggaran .
”Dari pengalaman UN SMA kemarin, seketat apapun pengawasan, ternyata tetap ada titik rawan. Untuk UN SMP kita akan perbaiki dan tingkatkan. Kami berharap siswa tidak tergoda untuk mempercayai bocoran UN," tandasnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Siswa WNI di Sekolah Internasional Wajib Ikut UN
Namun bagi peserta didik Warga Negara Asing (WNA) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Indonesia diberikan dua pilihan yakni mengikuti UN atau Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Demikian disampaikan Bambang Indriyanto Sesdirjen Mandikdasmen di Jakarta Selasa (2/3)
Hal ini menurut Bambang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing di Indonesia. Selain itu juga ada peraturan lain dalam permendiknas tersebut yakni, mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SD internasional sudah harus dimulai sejak kelas IV.
“Keputusan ini untuk menjamin warga Indonesia dalam dunia pendidikan,” tandasnya.
Sementara di tempat terpisah Kordinator Tim Pemantau Independen (TPI) dan Pengawas Nasional Haris Supratna mengakui, para rektor belum sepakat bahwa hasil UN dipakai masuk PTN. Ini disebabkan para pimpinan PTN ingin melihat pelaksanaan ujian tersebut apakah sudah dilakukan dengan kredibel atau belum.
"Karena itu, unas tahun ini menjadi pertaruhan. Apakah siswa dan sekolah bisa membuktikan ada kecurangan atau tidak," terang Haris. PTN, jelasnya
Evaluasi secara komprehensif hasil tahun ini mulai digalakkan.Untuk mengantisipasi tingkat kebocoran, panitia nasional telah membentuk kordintor TPI dan pengawas di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Saat ini, pihaknya tengah memverifikasi jumlah pengawas yang akan diterjunkan ke daerah.
"Semua pengawas yang terjun adalah dosen. Tidak ada mahasiswa," terang Haris. Dia menegaskan, untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya juga akan melibatkan PTS. Dia mengatakan, satu sekolah bisa diawasi satu hingga dua pengawas sekolah. Bergantung besar-kecilnya sekolah. "Itu belum termasuk pengawas ruangan yang sistemnya silang antar sekolah," sebutnya.
Selain itu, guru mata pelajaran yang diujikan tidak boleh melakukan pengawasan. Pihaknya juga tengah mengawasi proses percetakan. Master soal saat ini telah sampai di percetakan. "Daerah-daerah sudah mengumumkan pemenang tender," terangnya. Dengan demikian, pencetakan naskah soal sudah bisa dilakukan
oleh Daroil
Labels: UNAS
TIPS UJIAN NASIONAL 2010
- Belajar Disiplin. Buat jadwal sendiri untuk mengerjakan soal-soal latihan UN.
- Ikuti bimbingan belajar atau program tambahan (pemantapan/pengayaan), baik di luar sekolah maupun yang diselenggarakan oleh sekolah.
- Luangkan waktu lebih untuk mempelajari mata pelajaran yang dianggap sulit/belum dikuasai.
- Ikuti Try Out dan carilah soal-soal prediksi UN 2010
- Maksimalkan frekuensi belajar antara 4 sampai 3 minggu sebelum UN 2010
- Lupakan menggantungkan harapan pada sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam
- Lakukan sedikit refreshing pada seminggu sebelum pelaksanaan UN 2010
- Makan makanan bergizi
- Olah raga ringan tapi rutin
- Berdo'a
- Datang dengan persiapan yang matang. Periksa semua peralatan pada 2 atau 3 hari sebelum pelaksanaan. Siapkan semua peralatan tersebut dalam satu tas
- Datanglah lebih awal. Idealnya sekitar 30 - 40 menit sebelum jam UN dimulai, sebaiknya sudah berada di lokasi. Sedikit jalan-jalan di sekitar tempat UN akan cukup bermanfaat untuk mengurangi ketegangan. Cari lokasi toilet di sebelah mana, jadi saat perlu Anda tidak harus repot bertanya atau mencari
- Duduk tegak, tapi santai
- Luangkan waktu sekitar 5 - 10% dari total waktu ujian untuk mereview seluruh soal ujian
- Kerjakan soal yang mudah dulu. Jangan terjebak untuk terus berkutat mengerjakan soal yang sulit. Waktu Anda akan habis!
- Untuk soal esai, biasakan berpikir dulu, baru menulis!
- Setiap ujian dapat membantu Anda menghadapi ujian selanjutnya. Jadi, coba analisis kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan.
oleh Daroil
Labels: UNAS
Biaya Ujian Memberatkan
oleh Daroil
Labels: UNAS
Dewan Pendidikan 'Kekeuh' Terbitkan STTB Tahun Ini
"Rencananya sebelum beraudiensi dengan Gubernur, kami juga akan melakukan pertemuan secara luas yang mengundang LBH (Lembaga Bantuan Hukum), Psikologi, praktisi dan kopertis. Dalam hal ini kami akan menyampaikan academic paper dan format-format bentuk STTB. Sehingga diharapkan tahun ini bisa segera terealisasi,'' ujarnya di Yogyakarta, Kamis (18/2).
Menurutnya pemberian STTB pada jenjang pendidikan dasar dan menengah khusus di DIY bisa diberlakukan melalui Peraturan Gubernur dengan sistem otonomi.
"Meskipun memang diakui, untuk Perguruan Tinggi memang masih belum ditentukan karena tidak otonomi. Namun diharapkan nantinya Perguruan tinggi juga mau menerima siswa SMA yang mempunyai STTB meskipun dia belum lulus ujian nasional," katanya.
Disinggung mengenai masih adanya pro kontra pemberlakuan STTB, Wuryadi tetap yakin untuk mengusahakan penerbitannya. "Memang masih ada yang tidak setuju dengan pemberlakukan STTB dan kebanyakan para kepala sekolah. Ini karena mereka tidak yakin bahwa siswanya yang tidak lulus UN, bisa diterima ke jenjang pendidikan berikutnya dengan STTB. Karena itu kita harapkan segera ada Keputusan dari Gubernur yang mengatur hal itu," imbuhnya.
oleh Daroil
Labels: UNAS