MEDIA SCANTER - PUSAT KOREKSI LEMBAR JAWAB KOMPUTER
Showing posts with label UNAS. Show all posts
Showing posts with label UNAS. Show all posts

Hasil Tes Pendalaman Materi UN Tak Memuaskan

YOGYA (KRjogja.com) - Hasil tes pendalaman materi ujian nasional tahap pertama tingkat sekolah menengah pertama di Kota Yogyakarta yang dilakukan pekan lalu oleh Dinas Pendidikan setempat masih di bawah rata-rata.

"Ada sekolah yang hasilnya sangat baik, tetapi ada pula sekolah yang hasilnya kurang baik. Secara rata-rata, hasilnya kurang baik, tetapi hal itu masih bisa dipahami karena belum semua materi yang diujikan diajarkan di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Minggu (5/2/2012).

Menurut dia, rata-rata hasil nilai ujian nasional dari tes pendalaman materi (TPM) tahap pertama tersebut adalah 6,47 padahal rata-rata nilai ujian nasional (UN) untuk tingkat SMP di Kota Yogyakarta bisa mencapai lebih dari 7,00. Materi yang diujikan dalam tes pendalaman materi tahap pertama tersebut merupakan materi dari semester satu hingga semester enam.

Selain belum semua materi diajarkan di sekolah, Edy menilai, masih rendahnya rata-rata nilai hasil tes pendalaman materi tersebut juga disebabkan bobot soal yang diberikan juga cukup tinggi.

"Soal memang sengaja dibuat dengan bobot yang tinggi. Supaya anak-anak pun bisa semakin meningkatkan persiapan mereka menghadapi ujian nasional,"imbuhnya.

Edy menambahkan, mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika merupakan dua mata pelajaran yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena hasilnya juga tidak terlalu baik bila dibanding mata pelajaran lain yaitu Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam.

"Nilai untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia biasanya lebih rendah dibanding nilai untuk mata pelajaran Bahasa Inggris," katanya.

Edy berharap, hasil tes pendalaman materi tersebut bisa digunakan sebagai evaluasi untuk sekolah dalam menyiapkan siswanya menghadapi UN yang sebenarnya pada April 2012. Dan, akan kembali menggelar tes pendalaman materi untuk SMP pada 20-23 Januari. "Tes pendalaman materi untuk SMP dilakukan dua kali, sedang untuk SMA/SMK dilakukan satu kali. Tetapi ada beberapa latihan yang juga digelar oleh masing-masing sekolah," tandasnya.
Readmore »

Soal-soal UN Dilengkapi Kode Rahasia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengatakan, soal-soal pada ujian nasional (UN) tahun ini akan dilengkapi dengan kode-kode rahasia. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran. Jika terjadi kebocoran soal, maka akan dikaji dengan kode tersebut. Demikian dikatakan Nuh dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/1/2012).

Ia mengungkapkan, dari kode tersebut akan diketahui dari mana asal percetakan yang mencetak soal itu.
"Sehingga jika terjadi kebocoran, bisa dilihat dari kode soalnya dan dari kodenya bisa dilihat percetakannya apa itu dari percetakan A, atau B, dan sebagainya," kata Nuh.

Untuk pencetakan soal UN, percetakan yang ditunjuk harus memenuhi syarat kualifikasi security printing, sehingga tidak semua percetakan bisa mencetaknya.

Sebelumnya, Nuh juga mengatakan bahwa persiapan UN tahun ini dilakukan lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya. Kemdikbud juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai UN yang jujur dan berprestasi. Ia berharap, pada penyelenggaraan UN tahun ini ditemukan lagi kecurangan.
"Dengan sosialisasi tersebut, ke depannya tidak ada lagi kebocoran dan ketidakcermatan dalam UN, karena telah kami antisipasi itu dari awal," ujar Nuh.

Seperti diketahui, pelaksanaan UN tahun 2011 lalu diwarnai hal yang menyita perhatian publik, terutama mengenai dugaan kecurangan yang diorganisir pihak sekolah. Salah satunya diungkapkan Siami, seorang orangtua siswa SDN Gadel melaporkan bahwa anaknya diminta oknum guru untuk memberikan jawaban kepada siswa lainnya.
Readmore »

Proses UN Harus Baik dan Kredibel

Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2011-2012 akan dilaksanakan pada bulan April-Mei 2012. Perdebatan mengenai perlu atau tidak UN dilaksanakan dianggap sudah selesai. Persoalan utama penyelenggaraan UN bukan lagi seputar perdebatan itu, melainkan langkah-langkah peningkatan pelaksanaan UN yang lebih baik dan kredibel dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“UN tahun 2012 halal dilaksanakan,” kata menteru Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, kepada wartawan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (30 November 2011). Hadir dalam acara itu: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan, Djemari Mardapi.

Ia menjelaskan, terdapat empat hal penting yang menjadi focus agar proses penyelenggaraan UN menjadi baik dan kredibel. Pertama adalah, tingkat keamanan yang tinggi dan kerahasiaan yang kuat. Apabila soal UN bocor ke public, maka nilai UN sendiri hilang. Ini berarti UN sudah tidak bisa dikatakan kredibel dari sisi soalnya. Maka dari itu, Kemdikbud dan jajaran terkait akan berupaya keras untuk terus meningkatkan kemanan terhadap proses penyelenggaraan UN.

Kedua, distribusi harus tepat dari sisi waktu, jumlah, bahan/materi yang akan diujikan. Dalam artian, waktu tepat, jumlah soal yang masuk ke kelas sesuai dengan jumlah siswa (tidak boleh ada kekurangan), dan materi yang diujikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Jangan sampai jadwal mata pelajaran yang diujikan, misalnya bahasa Indonesia, tetapi yang dibagikan soal bahasa inggris.

Ketiga, pada saat prosesi pelaksanaannya sendiri harus sudah ada jaminan. Mulai dari soal, jumlah soal, bahkan sampai kemanan dan kenyamanan anak didik dalam mengerjakan soal. “Jangan sampai pada saat ujian, suasananya tidak nyaman dan banyak kegaduhan, yang dapat mengakibatkan anak didik tidak konsentrasi mengikuti ujian,” kata Mendikbud.

Dan yang keempat, ujar Mendikbud, itu pada system evaluasinya. Kebijakan UN sebagai penentu kelulusan tetap dengan menggunakan porsi 60:40, persentase dari nilai ujian dan rapor. Dalam hal ini, nilai rapor dijamin. Artinya, nilai rapor memang nilai kemampuan belajar anak yang bersangkutan, tidak ada manipulasi, mencekungkan atau menggelembungkan nilai. Rapor berfungsi untuk mengukur kompetensi siswa dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang melekat pada diri murid selama mengikuti proses belajar di belajar di sekolah.

Apabila keempat hal tersebut sudah dapat dipenuhi, maka UN akan memberikan makna, yaitu pertama, ada pemetaan kualitas sekolah. Kedua, ujar Mendikbud, kita bisa mendapatkan data tentang kualitas si anak, yang selanjutnya menentukan anak tersebut lulus atau tidak.

Mendikbud mengatakan, kriteria UN 2011-2012 sama dengan UN 2010-2011, yaitu syarat kelulusan setiap anak didik tetap dilakukan oleh satuan pendidikan, dengan didasarkan pada hasil ujian yang dilakukan oleh sekolah, kelakuan/akhlak siswa di sekolah, dan hasil UN. Ketiga hal inilah yang diberlakukan satuan pendidikan yang nantinya akan menentukan anak tersebut lulus atau tidak.

Sedangkan yang membedakan UN 2011-2012 dengan UN 2010-2011 adalah saat penggandaan.

“Untuk soal tahun 2011-2012, kami akan menggunakan system sentralisasi. Kalau dulu digandakan oleh setiap provinsi, dimana kami memberi wewenang kepada pemenang tender, yang kemudian dilakukan penggandaan. Tahun ini, untuk UN SMP/MTS, SMA/MA, soalnya akan terpusat,” katanya. “Terpusat dalam artian bukan hanya satu percetakan yang mencetak, melainkan lebih dari satu. Dalam artian, semua soal di-cover dan dimonitor oleh pusat,” lanjut Mendikbud.

Mengapa menggunakan system sentralisasi? Mendikbud mengatakan, “Pertama, sistem sentralitas cakupan kontrolnya sempit, sehingga bisa lebih konsentrasi untuk melakukan pengawasan, keamanan, bahkan sampai dengan kualitas percetakannya”. Ia menambahkan, “Hal ini dilakukan bukan berarti kami sudah tidak mempercayai pihak provinsi. Tetapi lebih pada bagaimana kita meningkatkan penjaminan atau keamanannya lebih baik”.

Kedua, dari aspek ekonomi, lebih efisien. Karena jika ada 30 percetakan, cetak 100, dengan 3 percetakan, cetak 100, dengan 3 percetakan cetak 1.000, pasti harga yang cetak 1.000 lebih murah. Jadi, biaya bisa ditekan.

Ketiga, walaupun sentralisasi, Kemdikbud akan mengatur pendistribusian soal sehingga tidak akan terjadi keterlambatan. “Nanti kami akan membagi per-regional pendistribusian soal tersebut. Namun, untuk percetakan sendiri, tidak harus dari Jakarta. Jika ada percetakan daerah yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, maka dia berhak untuk mencetak soal UN. Namun, tetap dalam pengawasan dari pusat,” jelas Kemdikbud.

Salah satu standar kualitas percetakan yang ditentukan, yaitu menggunakan security printing, dengan menggunakan simbol atau kode-kode tertentu. Dari setiap naskah yang keluar ada symbol atau kode rahasia yang hanya diketahui oleh tim dari kementerian. Jadi, jika ada kebocoran dapat lebih dengan mudah mengidentifikasi dari mana mata rantai kebocoran tersebut. Diharapkan dengan pola seperti ini dapat menjamin kerahasiaannya.

Untuk mata pelajaran yang akan diujikan pada hari pertama, yaitu Bahasa Indonesia. Sebagai symbol bahwa UN ini diselenggarakan di negara Indonesia. Adapun kisi-kisi untuk seluruh mata pelajaran sudah disebar. Oleh karena itu, seluruh anak didik yang akan mengikuti UN nanti bisa banyak belajar dari kisi-kisi yang sudah dibuat.

“Untuk itu, marilah kita kawal bersama, mudah-mudahan penyelenggaraan UN dapat berjalan aman, lancer, dengan menghasilkan lulusan yang lebih baik,” kata Mendikbud.

Sedangkan hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD, diserahkan pada provinsi.

Diambil dari Majalah Diknas edisi November 2011
Readmore »

BSNP Ubah POS UN

YOGYA (KRjogja.com) - Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengubah aturan dalam Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN) terutama jadwal dan regulasi lainnya.

Koordinator UN DIY, Baskara Aji mengungkapkan, perubahan POS UN tersebut disampaikan dalam surat edaran Nomor 0001/BSNP/SDAR/I/2012 yang dikirim ke daerah. Dalam edaran tersebut tercantum setidaknya empat ralat dalam POS UN 2012 ini seperti jadwal ujian teori kejuruan SMK yang sedianya akan digelar pada 22 Maret diajukan menjadi 19 Maret.

Lalu, kata Aji hasil dari ujian teori tersebut nantinya digabung dengan ujian praktek kejuruan yang dilaksanakan paling lambat pada 16 Maret. Kedua nilai ujian tersebut nantinya akan menjadi salah satu syarat kelulusan siswa SMK

"BSNP tidak memberitahu alasan perubahan POS ini. Tahun lalu saja POS UN berubah sampai lima kali. Sampai saat ini pun kami masih menunggu dan bersiap jika ada perubahan lain," ujarnya Selasa (17/1).

Aji menyebutkan, selain perubahan jadwal ujian untuk SMK, perubahan juga terjadi pada jadwal UN SD/MI/SDLB. Yakni yang semula pada 8-10 Mei menjadi 7-9 Mei. Sedangkan pengumuman ujiannya justru diundur dari semula 4 Juni menjadi 16 Juni.

"Selain jadwal, terdapat pula perubahan kebijakan untuk peserta UN tuna netra dan low vision. Yakni diperbolehkan membawa alat bantu khusus ke dalam ruangan kelas seperti kaca pembesar atau alas huruf braille agar mereka tidak mengalami kesulitan teknis dalam mengerjakan soal ujian," tuturnya.

Meski masih memungkinkan adanya perubahan lain, pihaknya mengaku akan segera melakukan sosialisasi pada dinas di kabupaten dan kota. "Kami akan segera mensosialisasikan surat edaran ini ke dinas kabupaten dan kota agar sekolah juga mengetahui perubahan POS UN dan bisa mempersiapkan diri," tandasnya.
Readmore »

Strategi Persiapkan Psikologis Siswa Jelang UN

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksanaan ujian nasional (UN) memang masih tiga bulan lagi. Pada April mendatang, siswa SMA akan menghadapi ujian yang menjadi penentu kelulusan mereka dari jenjang pendidikan menengah. Meski masih akan berlangsung dalam hitungan bulan, sejumlah sekolah sudah melakukan berbagai persiapan. Ada yang sudah menggelar uji coba alias try out, ada pula yang sudah mengadakan bimbingan belajar bagi para siswa.

Di luar persiapan yang bersifat akademis, SMA Negeri 24, Jakarta, ternyata punya strategi lain yang dinilai perlu dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan siswa dalam pelaksanaan UN. Apa persiapannya?

Persiapan psikologis siswa

Sejak awal semester, di seluruh ruang kelas tiga (kelas XII) SMAN 24 sudah diatur tempat duduk yang akan diduduki siswa pada ujian nasional. Pemberitahuan nomor dan lokasi ujian memang sudah diberitahukan jauh-jauh hari dengan tujuan agar siswa tidak kaget dengan posisi yang pasti berbeda dengan yang didiami sehari-hari.

"Dengan begitu, saat ujian nanti tidak kaget, siswa akan merasakan suasana seperti sekolah sehari-hari,” ujar Wirda, Wakil Sarana Prasarana dan Humas SMAN 24, Jakarta, saat dijumpai Kompas.com, Rabu (18/1/2012).

Mengetahui sejak awal posisi duduk saat ujian, diakui salah seorang siswa kelas XII IPA 1, Aditya Dwi R, sangat membantu persiapannya menghadapi ujian nasional. Selain lebih siap mental, ia juga lebih mengenal teman-teman yang akan berada pada ruangan yang sama pada saat ujian.

"Yang tadinya kami tidak terlalu kenal dekat, menjadi akrab dengan teman sebangku yang baru. Atau, misalnya dengan saya diabsen awal harus duduk di bangku depan, yang tadinya di duduk dibelakang menjadi enggak kaget lagi saat harus duduk di depan nantinya," ujar Adit.

Secara psikologis, menurut dia, hal ini membuat suasana lebih nyaman dan percaya diri.  "Makanya dari sekarang dibiasakan supaya terbiasa. Sehingga percaya dirinya sudah ada,” jelas Wirda.

Selain itu, sekolah yang berlokasi di kawasan Lapangan Tembak, Jakarta Selatan, ini juga mengadakan penyuluhan yang bisa memotivasi semangat dan spiritual siswa. Program ini dinamakan Bina Mental Spiritual. Orangtua siswa juga berkontribusi dalam program motivasi ini.

"Mendekati UN nanti kita lebih sering mengadakan penyuluhan itu dengan mengundang orang (motivator). Misalnya kita pernah melakukan penyuluhan motivasi dari perguruan tinggi UI oleh Marta Rizal,” ungkap Ida Febriyani, wakil kesiswaan.

Saat ditanya mengenai persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyambut UN tahun ini, Aditya mengungkapkan, dirinya sudah memasuki tahap "waspada".

"Persiapan UN sudah memasuki tahap waspada. Mulai dari bimbel-bimbel diikuti semua, latihan-latihan dari guru-guru maupun dari soal yang kita buat sendiri. Kita juga harus pelajari materi-materi di kelas X dan XI, mempelajari dan hafalkan rumus-rumus eksakta," ujarnya.

Aditya juga mengaku nervous dalam menghadapi UN. "Deg-degan, tapi ada juga perasaan senang karena mau lulus. Kita nanti dapetin perguruaan tinggi apa, dan ada juga perasaan aneh dalam diri setelah lulus nanti apa yang akan kita jalanin, bagaimana menjalaninya. Karena kan kita semua enggak sama. Ada yang prospek kedepannya mau langsung lulus langsung kuliah, ada yang mau kerja, atau kerja sambil kuliah, bahkan ada yang mau menikah,” papar Aditya.
Readmore »

SALAH PAKET SOAL

Bidang studi dan paket soal sangat berpengaruh besar terhadap kunci jawaban. Tips agar siswa tidak salah dalam memilih paket adalah :
  • Pengawas harus mengawasi dengan standar baku pengawasan Ujian Nasional
  • Paket soal diusahakan tidak teralu beda jauh antara paket yang ada. Misal 01 dan 02, 11 dan 12    Jika nama/nomor paket terlalu jauh digitnya akan sangat rawan terhadap kekeliruan dalam pengisian     nama/nomor paket. Misal Paket 01 dan 14, maka jika ada siswa yang mengisi paket 04 tidak dapat     terdeteksi paket salah, namun jika paketnya 01 dan 02, jika ada siswa yang mengisi 03 maka dianggap  paket kelirru dan operator bisa membantu untuk mengedit, karena jika peket itu tetap dibiarkan salah  maka nilai siswa yang bersangkutan menjadi jelek.
Berikut beberapa sekolah yang salah dalam pengisian paketnya :
1. SMP Muh 2 Minggir
2. SMP Budia Mulia 2 Minggir
3. MTs Ibnul Qoyim Berbah
Untuk password sama ketika mendownload hasil Latihan UN.
Semoga pengalaman ini menjadi bahan evaluasi  pada pelaksanaan berikutnya.
Readmore »

BSNP Ralat Jadwal UN SD

JOGJA - Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) meralat sejumlah aturan dalam Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN) tahun ini. Salah satunya adalah perubahan jadwal UN sekolah dasar yang dimajukan. 
Koordinator UN DI Jogjakarta Baskara Aji kepada wartawan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIJ mengungkap Surat Edaran Nomor 0001/BSNP/SDAR/I/2012 yang dikirim ke daerah.
Dalam surat itu, BSNP mengubah sejumlah jadwal ujian bagi peserta UN. ”BSNP tidak memberitahu alasan perubahan ini. Tahun lalu saja POS UN berubah sampai lima kali," ujarnya kemarin (17/1).    
Ada empat ralat dalam POS UN 2012 yang dicantumkandi surat edaran tersebut. Yaitu jadwal ujian teori kejuruan SMK yang sedianya digelar 22 Maret dimajukan menjadi 19 Maret.
Nilai ujian teori tersebut nantinya digabung dengan ujian praktik kejuruan yang dilaksanakan paling lambat 16 Maret. Kedua nilai ini menjadi salah satu syarat kelulusan siswa SMK.
Perubahan lain adalah jadwal pelaksanaan UN SD/MI/SDLB yang awalnya 8-10 Mei maju menjadi 7-9 Mei. Sedangkan pengumuman ujiannya justru diundur dari 4 Juni menjadi 16 Juni.  
Sementara untuk peserta UN tuna netra dan low vision nantinya dibolehkan membawa alat bantu khusus ke ruangan kelas. Alat itu seperti kaca pembesar atau alas huruf braille. Dengan demikian, mereka tidak mengalami kesulitan teknis ketika mengerjakan soal ujian. ”Kami masih menunggu jika ada perubahan lain,” ujarnya.
Pihaknya akan segera menyosialisasikan perubahan ini ke dinas kabupaten dan kota melalui surat edaran agar sekolah mengetahui perubahan POS UN.
Terkait pendistribusian naskah soal UN yang rencananya dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada akhir Maret ke masing-masing daerah, Aji tidak mempermasalahkan. Distribusi harus sudah didapatkan pokja UN H-2 dengan jumlah soal yang pas.
Pihaknya akan mengirimkan satu atau dua orang panitia yang akan menjadi tim UN pusat di daerah. Selanjutnya BSNP akan menyerahkan naskah soal UN ke masing-masing kepala dinas pendidikan provinsi untuk diserahkan ke perusahaan percetakan.
”Kami berharap naskah soal tidak terlalu lama di pokja karena harus ada pengawasan ketat,” jelasnya.    
Secara terpisah Kepala SMAN 10 Jogja Timbul Mulyono menegaskan sekolah sudah siap menghadapi UN. Selain mengadakan sosialisasi kepada 168 siswa peserta UN maupun orang tua murid, juga menggelar pendalaman materi sejak kelas X.
”Kami memberikan pendalaman materi mata pelajaran yang diujikan dalam UN pada pukul 06.30 sampai 07.30 untuk siswa sejak kelas X,” jelasnya.  
Timbul menambahkan, mendekati pelaksanaan UN kali ini, sekolah menyelenggarakan empat kali latihan UN dimulai 30 Januari. Latihan ujian dilaksanakan di tingkat sekolah, tingkat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Jogja, dan MKKS Provinsi DIY.
”Hasil dari latihan UN ini akan kami laporkan kepada orang tua pada 4 Februari untuk kemudian dievaluasi,” imbuhnya.
Readmore »

Penggandaan Soal UN Harus 'Diperjelas'

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY berharap, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa segera mengeluarkan aturan pasti mengenai pengadaan soal untuk Ujian Nasionall (UN). Hal tersebut dimaksudkan agar bisa dilakukan persiapan lebih matang dan fokus.

Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji mengungkapkan, sebelumnya sempat muncul adanya aturan yang menyebut bahwa pengadaan soal UN akan dilakukan di percetakan regional. Yakni satu percetakan di wilayah tertentu yang akan menggandakan soal UN untuk beberapa daerah di regionalnya.

Namun, dalam perkembangannya, muncul adanya wacana untuk menggunakan security printing atau pencetakan rahasia yang langsung dilakukan oleh pusat. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran naskah soal di percetakan.

"Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan munculnya kebijakan penggadaan soal diluar daerah. Bahkan bila benar penggandaan naskah soal UN dilakukan di luar DIY, maka Disdikpora bisa lebih konsentrasi dalam mempersiapkan hal-hal lainnya terkait UN di DIY," ujarnya, Minggu (15/1).

Meski demikian, belum adanya keputusan dari pusat terkait penggandaan soal membuat DIY harus mempersiapkan berbagai skenario dan rencana lain. Terutama jika terjadi keterlambatan pendistribusian soal UN.

"Kami berharap kebijakan penggandaan soal dan pendistribusian soal tersebut bisa diperjelas sehingga kami bisa lebih fokus mempersiapkan hal lain. Persiapan matang diperlukan agar tidak merugikan peserta ujian," tuturnya.
   
UN DIY di tingkat SMA/MA/SMK akan digelar pada 16-19 April mendatang. Sedangkan di tingkat SMP/MTs pada 23-26 April dan SD/MI pada 8-10 Mei. Berdasarkan Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta UN SMA/MA pada 2012 ini mencapai 18.850 siswa, dan SMK 23.893 siswa. Sementara di tingkat SMP/MTs sebanyak 49.475 dan tingkat SD sebanyak 50.210 siswa.
Readmore »

Sekolah Mulai Gelar Penjajakan UN

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) April 2012 mendatang, sekolah mulai melakukan penjajakan atau uji coba soal kepada para siswanya. Langkah ini dilakukan agar para siswa lebih siap dan sukses dalam menghadapi ujian kedepannya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang Bambang Nianto Mulyo mengatakan, untuk jenjang SMA, MKKS berinisiatif melaksanakan lima kali penjajakan UN kepada siswa. "Lima kali uji coba tersebut terbagi, dua diselenggarakan oleh MKKS, sedangkan tiga lainnya dilakukan oleh sekolah," ungkapnya, Rabu (11/1).
Pelaksanaan penjajakan soal itu dilakukan dengan periode dua minggu sekali di sekolah masing-masing, baik negeri atau swasta. Materi yang diujikan juga sesuai dengan petunjuk pelaksanaan UN 2012, yakni dengan mekanisme dan jadwal yang sama.
"Harapannya, dengan penjajakan yang dilakukan sebelum UN ini, hasil ujian siswa nanti akan lebih baik. Apalagi aturan dan petunjuk sudah disosialisasikan ke masing-masing sekolah sejak saat ini," katanya.
Sementara itu, penjajakan UN juga sudah dilakukan di jenjang SMP. Bagi jenjang SMP penjajakan dilaksanakan selama empat hari dengan jadwal ujian secara berurutan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Sedangkan, jenjang SMA juga dilaksanakan selama empat hari, dan jadwal disesuaikan dengan masing-masing program IPA, IPS, Bahasa, atau Keagamaan.
Ujian Nasional untuk tingkat SMA/MA akan dilaksanakan pada 16-19 April 2012, UN susulan pada 23-26 April. Untuk jenjang   SMP/MTs dan SMPLB, dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung 30- 4 Mei 2012. Untuk jenjang   SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan pada 14-16 Mei 2012
Readmore »

Cegah Kebocoran, Pola Jawaban UN akan Dianalisis

YOGYA (KRjogja.com) - Untuk menekan kebocoran soal dalam Ujian Nasional (UN) dan mencegah aksi contek massal, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan menerapkan formulasi baru dengan analisis pola jawaban siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji mengungkapkan, kebijakan pengawasan pola jawaban tersebut seperti yang digulirkan pula oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Analisis pola jawaban dilakukan untuk mengetahui secara cepat jika ada kasus contek massal.

"Pola jawaban UN selama ini sudah kami analisis dan DIY mendukung penuh untuk kesuksesan penyelenggaraan UN
mendatang. Ini juga merupakan bentuk antisipasi dan evaluasi pasca terjadinya kasus contek massal pada UN 2011 lalu di SDN Gadel Surabaya, Jawa Timur," ujarnya, Selasa (20/12).

Menurutnya, Disdikpora DIY akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DIY dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Pola pengawasannya nanti, PTN yang bekerjasama dengan Disdikpora
DIY akan memvalidasi Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN) di tiap jenjang pendidikan.

"Hasil dari validasi itu nantinya dikirim ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai penyelenggara UN di tingkat pusat. Selama ini UN DIY sudah dilaksanakan dengan baik dengan kemitraan LPMP dan perguruan tinggi melalui pengawas satuan pendidikan," katanya.

Dengan munculnya kebijakan tersebut, pihaknya berharap sekolah bisa mempersiapkan peserta didiknya semaksimal mungkin. "Sekolah tidak perlu ragu untuk mempersiapkan UN karena sudah jelas dilaksanakan. Bagi DIY, UN perlu dilaksanakan untuk mengetahui daya serap siswa dan pemetaan kompetensi sekolah," tandasnya.

UN tingkat SMA/MA/SMK akan dimulai 16-19 April tahun depan. Di tingkat SMP MTs, UN akan digelar pada 23-26 April dan tingkat SD/MI, UN akan digelar pada 7-9 Mei. Ujian susulan dilaksanakan seminggu setelahnya. Sedangkan
pengumuman ujian nasional untuk SMA/SMK rencananya pada 26 Mei dan SMP pada 2 Juni.
Readmore »

Catatan Untuk Peserta Tes Pendalaman Materi UNAS/Latihan Ujian Nasional

Pengoreksian Lembar jawab komputer pada pelaksanaan Tes Pendalaman Materi UNAS/Latihan Ujian Nasional di beberapa wilayah masih dijumpai pengisian Lembar jawab komputer yang perlu dibenahi. Menjawab soal yang kemudian dipindah/disalin ke lembar jawab komputer itu juga penting, namun jauh lebih penting adalah biodata yang ada di lembar jawab komputer juga harus lengkap. Kelengkapan dari pengisian Lembar jawab komputer sebelum menyalin jawaban adalah :
1) Nama peserta (nama ini harus sesuai dengan nama yang ada dalam kartu peserta/absensi siswa)
2) Nomor peserta (nomor dengan model xx-xxx-xxx-x, nomor ini pun harus penuh terisi, minimal terisi pada xx-xxx-xxx satu digit terakhir pada saat even latihan boleh kosong, tapi dalam event ujian nasional yang sebenarnya tidak boleh kosong)
3) Tanggal ujian (ini pun harus terisi, ini untuk mendeteksi apakah ujiannya bersamaan dengan teman-teman yang lain atau saat susulan)
4) Bidang Studi (ini sangat harus terisi, terkait dengan kunci jawaban yang ada dalam system komputer)
5) Paket Soal (jika ada, ini fungsinya dengan bidang studi, yakni untuk mengambil sub kunci dalam system komputer)
Setelah biodata tersebut terisi dengan lengkap, baru mengisi/menyalin jawaban ke dalam lembar jawab komputer.
Semoga berguna bagi para peserta tes.
Readmore »

Manjurkah 3 Opsi Perbaikan UN dari DPR?

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Kerja Ujian Nasional (UN) DPR RI menawarkan tiga opsi terkait banyaknya kelemahan pada pelaksanaan UN tahun lalu. Ketiga opsi tersebut diharapkan bisa dijadikan solusi untuk mengatasi titik-titik lemah tersebut.
Dipaparkan oleh Ketua Panja UN Rully Chairul Azwar dalam Lokakarya Ujian Nasional, di Jakarta, Jumat (15/10/2010), opsi pertama tersebut adalah, UN tetap berjalan seperti tahun lalu dengan fungsi sebagai penentu kelulusan siswa dan untuk pemetaan standar mutu pendidikan di Indonesia.
"Opsi kedua, UN tetap berjalan seperti saat ini dengan syarat penyempurnaan terhadap beberapa hal. Kita harus mencari formula terbaik UN sesuai fungsinya sebagai penentu kelulusan dan metode pemetaan mutu pendidikan nasional," imbuh Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.
Opsi ketiga, lanjut dia, UN dapat dilanjutkan hanya sebagai sarana pemetaan standar mutu satuan pendidikan di tanah air. Artinya, UN tidak lagi menjadi penentu syarat kelulusan.
"Opsi terbaik harus memenuhi beberapa faktor, yaitu rasa keadilan, mengatasi kecurangan, meningkatkan standar mutu satuan pendidikan dan standar mutu pendidikan di tanah air, serta mengurangi resistensi masyarakat akibat berbagai kelemahan dari penyelenggaraan UN," ucap Rully.
Diberitakan sebelumnya, Rully mengungkapkan, Panja UN DPR RI menyatakan telah menemukan sejumlah kelemahan pelaksanaan evaluasi akhir siswa tersebut. Kelemahan tersebut di antaranya terkait standar mutu yang belum merata antarsatuan pendidikan sehingga tidak adil jika UN dilakukan dalam kondisi belum seragamnya mutu pendidikan.
"Evaluasi akhir belajar bagi siswa SMP/Mts, SMA/MA, SMA Luar Biasa dan SMK tidak dilaksanakan secara serentak dan diseragamkan antara satu daerah dan daerah lain, karena masih ditemukan sejumlah kelemahan dalam pelaksanaannya," kata Rully.
Readmore »

BSNP: Mungkin, Tiga Hal Ini Penyebabnya

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menetapkan tiga faktor utama yang dimungkinkan menjadi penyebab tingginya angka ketidaklulusan pada pelaksanaan ujian nasional tahun ini di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Faktor pertama adalah semakin seriusnya obyektifitas UN dengan keterlibatan PTN. Inilah konsekuensinya agar UN menjadi lebih kredibel.
-- Jemari Mardapi
Demikian diungkapkan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Jemari Mardapi kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (27/4/2010). "Faktor pertama adalah semakin seriusnya obyektivitas UN dengan keterlibatan PTN. Artinya, inilah konsekuensinya agar UN menjadi lebih kredibel sebagai salah satu syarat masuk PTN yang kita cita-citakan bersama selama ini," ujar Mardapi.
Kedua, kata Mardapi, BSNP akan menelusuri kemungkinan terlambatnya faktor sosialisasi UN yang dimulai dari provinsi, kemudian ke kabupaten, lalu ke sekolah-sekolah. Adapun faktor ketiga, lanjut dia, adalah kualifikasi atau kompetensi guru yang kemungkinan besar belum memenuhi persyaratan.
"BSNP akan melihat langsung ke daerah-daerah yang banyak mengalami persoalan ketidaklulusan yang tinggi. Hasil penelusuran itu akan direkomendasikan ke Kementerian Pendidikan Nasional untuk dicarikan pemecahannya," ujar Mardapi.
Selain itu, berdasarkan evaluasi itu pula BSNP akan melihat sekolah-sekolah yang bisa mencetak prestasi angka kelulusan hingga 100 persen. "Kenapa bisa begitu, strategi mereka kami harapkan bisa dibagikan ke sekolah-sekolah lain," ujarnya.
Readmore »

Mendiknas: Tak Mungkin Lulus 100 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengenai tingkat kelulusan yang menurun pada 2010, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan bahwa memang tidak mungkin tingkat kelulusan UN mencapai 100 persen. Tingkat kelulusan UN diperlukan oleh pemerintah sebagai peta untuk mengetahui daerah-daerah yang memerlukan penguatan dalam bidang pendidikan melalui ujian berstandar sama di seluruh Indonesia.

Nuh mengatakan, bisa saja seorang siswa lulus ujian perguruan tinggi negeri, tetapi tidak lulus UN karena mata pelajaran yang diajukan bisa jadi berbeda. "Harus dicek dulu prosedur atau teknis yang dipakai PTN itu, apakah berbeda atau sama dengan UN," kata Nuh di Jakarta, Selasa (27/4/2010).

Untuk siswa yang tidak lulus UN, Mendiknas mengingatkan masih ada kesempatan mengikuti ujian ulangan pada 10-14 Mei 2010. Ujian ulangan itu, menurut M Nuh, tetap menggunakan standar yang sama dengan UN sebelumnya.

Sementara itu, untuk mengatasi para siswa yang stres akibat tidak lulus UN, Mendiknas mengimbau pihak sekolah agar mengaktifkan bimbingan penyuluhan dan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan Psikologi guna memberikan konseling kepada para siswa.
Readmore »

UN SMP - CCTV Bantu Pengawasan UN di SMP 15 Yogya

YOGYA (KRjogja.com) - Ujian Nasional (UN) di SMPN 15 Yogyakarta pada hari pertama dilaksanakan dengan pengawasan cukup ketat. Beberapa sudut sekolah sengaja dipasang dengan kemera CCTV untuk mengawasi seluruh aktivitas siswa didalam maupun di luar kelas.

Wakil Kepala SMPN 15 Yogyakarta, Tyas Ismullah mengungkapkan, kamera CCTV yang dipasang di sekolah tersebut adalah berjumlah 4 buah. Pemasangan kamera ini dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan kepada siswa mengingat lokasi kelas yang cukup luas dan 2 lantai.

"Ini selain untuk keamanan juga dimanfaatkan untuk pengawasan. Dimana jika kita hanya menggunakan pandangan mata sepintas saja maka akan kurang maksimal dan tidak bisa menjangkau seluruh tempat. Karena itu kamera ini sangat membantu," terangnya ketika ditemui di kantornya, Senin (29/3).

Menurutnya, selain memanfaatkan fasilitas kamera CCTV, untuk keamanan pelaksanaan UN kali ini juga diberlakukan sistem satu pintu masuk. "Jadi saat siswa datang ke sekolah sudah diperiksa di pentu depan dan ditanyakan apakah yang bersangkutan membawa HP ke sekolah atau tidak sehingga yang ingin berbuat curang sudah bisa dicegah sejak awal," katanya.

Sementara itu, anggota Tim Pengawas Independen (TPI) UN DIY, Rudi Eka Siswanto menyatakan, dalam pelaksanaan UN kali ini pihaknya juga ikut membantu kelancaran dan keamanan. "Kami ikut mengawasi bagi siswa maupun pengawas yang akan menuju kamar mandi atau keluar ruangan akan dikawal dan diawasi. Termasuk ditunggu hingga selesai aktivitasnya sehingga semua akses dapat terpantau," imbuhnya.
Readmore »

Percetakan Bocorkan UN Diblack-list

JAKARTA (KRjogja.com) - Menteri Pendidikan Nasional akan mem-blacklist bagi percetakan yang membocorkan naskah soal Ujian Nasional (UN) karena termasuk dalam dokumen rahasia negara.

"Jika terbukti ceroboh dalam mengamankan dokumen rahasia negara akan menjadi catatan khusus dan dimasukkan ke dalam blacklist. Tahun depan tidak boleh ikut tender lagi" kata Mendiknas saat inspeksi mendadak (sidak) persiapan pelaksanaan ujian nasional (UN) SMP ke SMPN 30, SMPN244, SMPN 246, dan SMPN 45 Jakarta.

Mendiknas menjelaskan pengamanan soal UN SMP juga diperketat dimana siswa tidak diperkenankan membawa ponsel ke ruang ujian. Dan, berdasarkan laporan muara kebocoran di percetakan. Karena itu, Kemendiknas akan melakukan evaluasi dan sanksi kepada pihak yang melakukan tindakan kriminal. Selain itu, mengirim surat kepada dinas daerah untuk mewaspadai lokasi terjadinya kebocoran.

"Saat ini setiap provinsi diberikan wewenang untuk membuka tender pada percetakan. Mungkin ada baiknya masalah percetakan disentralisir atau ditunjuk. Tidak lagi terdistribusi ke provinsi," tuturnya.

Sementara Anggota BSNP Djaali mengatakan kategori penyimpangan yang dicermati seperti isu kebocoran, beredarnya kunci jawaban palsu, kesalahan distribusi oleh percetakan hingga usaha pelanggaran .

”Dari pengalaman UN SMA kemarin, seketat apapun pengawasan, ternyata tetap ada titik rawan. Untuk UN SMP kita akan perbaiki dan tingkatkan. Kami berharap siswa tidak tergoda untuk mempercayai bocoran UN," tandasnya.
Readmore »

Siswa WNI di Sekolah Internasional Wajib Ikut UN

JAKARTA (KRjogja.com) - Siswa-Siswi WNI Sekolah di Sekolah Internasional Wajib ikuti UN Nasional (UN) pada satuan pendidikan yang ditunjuk oleh pemerintah provinsi dan atau kabupaten kota sebagai penyelenggara UN.

Namun bagi peserta didik Warga Negara Asing (WNA) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Indonesia diberikan dua pilihan yakni mengikuti UN atau Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Demikian disampaikan Bambang Indriyanto Sesdirjen Mandikdasmen di Jakarta Selasa (2/3)

Hal ini menurut Bambang  sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing di Indonesia. Selain itu juga ada peraturan lain dalam permendiknas tersebut yakni, mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SD internasional sudah harus dimulai sejak kelas IV.

“Keputusan ini untuk menjamin warga Indonesia dalam dunia pendidikan,” tandasnya.

Sementara di tempat terpisah  Kordinator Tim Pemantau Independen (TPI) dan Pengawas Nasional Haris Supratna mengakui,  para rektor belum sepakat bahwa hasil UN dipakai masuk PTN. Ini disebabkan para pimpinan PTN ingin melihat pelaksanaan ujian tersebut apakah sudah dilakukan dengan kredibel atau belum.

"Karena itu, unas tahun ini menjadi pertaruhan. Apakah siswa dan sekolah bisa membuktikan ada kecurangan atau tidak," terang Haris. PTN, jelasnya

Evaluasi secara komprehensif hasil tahun ini mulai digalakkan.Untuk mengantisipasi tingkat kebocoran, panitia nasional telah membentuk kordintor TPI dan pengawas di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Saat ini, pihaknya tengah memverifikasi jumlah pengawas yang akan diterjunkan ke daerah.

"Semua pengawas yang terjun adalah dosen. Tidak ada mahasiswa," terang Haris. Dia menegaskan, untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya juga akan melibatkan PTS. Dia mengatakan, satu sekolah bisa diawasi satu hingga dua pengawas sekolah. Bergantung besar-kecilnya sekolah. "Itu belum termasuk pengawas ruangan yang sistemnya silang antar sekolah," sebutnya.

Selain itu, guru mata pelajaran yang diujikan tidak boleh melakukan pengawasan. Pihaknya juga tengah mengawasi proses percetakan. Master soal saat ini telah sampai di percetakan. "Daerah-daerah sudah mengumumkan pemenang tender," terangnya. Dengan demikian, pencetakan naskah soal sudah bisa dilakukan
Readmore »

TIPS UJIAN NASIONAL 2010

Berikut beberapa Tips guna menghadapi Ujian Nasional (UN) 2010.
TAHAP PRA UN 2010
  1. Belajar Disiplin. Buat jadwal sendiri untuk mengerjakan soal-soal latihan UN.
  2. Ikuti bimbingan belajar atau program tambahan (pemantapan/pengayaan), baik di luar sekolah maupun yang diselenggarakan oleh sekolah.
  3. Luangkan waktu lebih untuk mempelajari mata pelajaran yang dianggap sulit/belum dikuasai.
  4. Ikuti Try Out dan carilah soal-soal prediksi UN 2010
  5. Maksimalkan frekuensi belajar antara 4 sampai 3 minggu sebelum UN 2010
  6. Lupakan menggantungkan harapan pada sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam
  7. Lakukan sedikit refreshing pada seminggu sebelum pelaksanaan UN 2010
  8. Makan makanan bergizi
  9. Olah raga ringan tapi rutin
  10. Berdo'a
TAHAP PELAKSANAAN UN 2010
  1. Datang dengan persiapan yang matang. Periksa semua peralatan pada 2 atau 3 hari sebelum pelaksanaan. Siapkan semua peralatan tersebut dalam satu tas
  2. Datanglah lebih awal. Idealnya sekitar 30 - 40 menit sebelum jam UN dimulai, sebaiknya sudah berada di lokasi. Sedikit jalan-jalan di sekitar tempat UN akan cukup bermanfaat untuk mengurangi ketegangan. Cari lokasi toilet di sebelah mana, jadi saat perlu Anda tidak harus repot bertanya atau mencari
  3. Duduk tegak, tapi santai
  4. Luangkan waktu sekitar 5 - 10% dari total waktu ujian untuk mereview seluruh soal ujian
  5. Kerjakan soal yang mudah dulu. Jangan terjebak untuk terus berkutat mengerjakan soal yang sulit. Waktu Anda akan habis!
  6. Untuk soal esai, biasakan berpikir dulu, baru menulis!
  7. Setiap ujian dapat membantu Anda menghadapi ujian selanjutnya. Jadi, coba analisis kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan.
Readmore »

Biaya Ujian Memberatkan

YOGYAKARTA, KOMPAS - Anggaran penyelenggaraan ujian nasional untuk DI Yogyakarta dipangkas dari Rp 5,8 miliar (2009) menjadi Rp 4,7 miliar (2010) atau turun Rp 1,1 miliar. Karena pemangkasan ini, beban yang harus ditanggung masyarakat dan daerah makin memberatkan.Koordinator Pelaksana UN DI Yogyakarta Baskara Aji mengatakan, pemangkasan dana penyelenggaraan UN karena tidak adanya pos subsidi pelaksanaan ujian kompetensi pelajar SMK baik praktik maupun teori. Untuk uji kompetensi teori SMK, dana akan ditanggung dengan anggaran penyelenggaraan UN.
Oleh karena itu, sekolah dan masyarakat harus menanggung biaya uji kompetensi praktik. Beberapa waktu lalu, sejumlah SMK memungut tambahan biaya pada wali murid untuk menyelenggarakan uji kompetensi praktikum.
Selain dipangkas, sampai saat ini anggaran penyelenggaraan UN belum diterima. Padahal, penyelenggaraan UN tinggal 1,5 bulan lagi. Dana dijanjikan turun akhir pekan ini, kata Baskara, Senin (15/2).Karena anggaran dipangkas dan belum turun itu sampai saat ini, sejumlah kegiatan seperti telaah soal UN dan monitoring pelaksanaan UN ditiadakan. Sosialisasi penyelenggaraan UN pun dikurangi dari enam pertemuan menjadi satu pertemuan. Minimnya sosialisasi dikhawatirkan mengurangi kualitas pelaksanaan UN.
Pemangkasan dana ini dikhawatirkan membuat fungsi UN makin terbatas sebagai alat ukur kompetensi kognitif pelajar. Fungsi UN sebagai alat pemetaan penyelenggaraan pendidikan dikhawatirkan tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Persiapan meningkat
Mendekati pelaksanaan UN, persiapan makin ditingkatkan. Di Kota Yogyakarta, sebanyak 8.223 pelajar SMP/MTs mengikuti latihan (try out) UN yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta 15-18 Februari.
Ini latihan tahap pertama. Tahap kedua SMP akan berlangsung pertengahan Maret,kata Pelaksana Teknis Latihan UN Kota Yogyakarta Priyo Sambodo.
Untuk tingkat SMA, latihan UN dilakukan sekali, mulai Kamis, 18 Februari dengan jumlah peserta 6.516 orang. Meskipun tidak ada sanksi, latihan UN wajib diikuti semua pelajar peserta UN. Soal latihan dibuat sesuai standar UN oleh para guru yang mempunyai sertifikasi pembuatan soal UN.
Priyo mengatakan, latihan UN untuk mengukur kesiapan pelajar dan pelaksana teknis.
Hari ini diketahui ada kekurangan soal, dan  hal ini sudah kami data dan nanti dibenahi pada latihan tahap kedua, ujar Priyo.
Readmore »

Dewan Pendidikan 'Kekeuh' Terbitkan STTB Tahun Ini

YOGYA (KRjogja.com) - Dewan pendidikan DIY bersikukuh untuk menerbitkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) sebagai pendukung Ujian Nasional (UN) pada tahun ajaran ini, khususnya untuk kasus siswa yang akan mendaftar perguruan tinggi namun tidak lulus UN.
Ketua dewan pendidikan DIY, Prof, Wuryadi mengungkapkan, pada minggu depan pihaknya akan segera melakukan audiensi dengan Gubernur DIY untuk dapat mengeluarkan peraturan Gubernur (Pergub) penerbitan STTB. Dimana nantinya diatur bahwa STTB bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Rencananya sebelum beraudiensi dengan Gubernur, kami juga akan melakukan pertemuan secara luas yang mengundang LBH (Lembaga Bantuan Hukum), Psikologi, praktisi dan kopertis. Dalam hal ini kami akan menyampaikan academic paper dan format-format bentuk STTB. Sehingga diharapkan tahun ini bisa segera terealisasi,'' ujarnya di Yogyakarta, Kamis (18/2).

Menurutnya pemberian STTB pada jenjang pendidikan dasar dan menengah khusus di DIY bisa diberlakukan melalui Peraturan Gubernur dengan sistem otonomi.

"Meskipun memang diakui, untuk Perguruan Tinggi memang masih belum ditentukan karena tidak otonomi. Namun diharapkan nantinya Perguruan tinggi juga mau menerima siswa SMA yang mempunyai STTB meskipun dia belum lulus ujian nasional," katanya.

Disinggung mengenai masih adanya pro kontra pemberlakuan STTB, Wuryadi tetap yakin untuk mengusahakan penerbitannya. "Memang masih ada yang tidak setuju dengan pemberlakukan STTB dan kebanyakan para kepala sekolah. Ini karena mereka tidak yakin bahwa siswanya yang tidak lulus UN, bisa diterima ke jenjang pendidikan berikutnya dengan STTB. Karena itu kita harapkan segera ada Keputusan dari Gubernur yang mengatur hal itu," imbuhnya.
Readmore »